Sunday, September 13, 2015

Renungan Harian Seri Kejadian Pasal 9

Kejadian
Pasal 9


Disini banyak perjanjian-perjanjian yang Alah buat dengan manusia – NUH sebagai Bapa pertama setelah Tuhan Allah memusnahkan dunia ini. Perjanjian ini merupakan pengulangan kembali seperti yang telah Allah lakukan dengan Adam, dan ini tetap berlangsung hingga saat ini.

Pada akhirnya, 3 anak Nuh terpencar ke seluruh dunia. Yang menarik, nubuatan dan berkat dari seorang ayah benar-benar terjadi dalam kehidupan anak-anaknya. Tuhan benar-benar kerjakan dalam diri ketiga anak-anak Nuh.

“Hormati kedua orangtuamu, dapatkan kata berkat dari mereka, sesungguhnya Tuhan memakai mereka juga untuk memberkati hidup kita”



Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Friday, September 11, 2015

Renungan Harian Seri Kejadian Pasal 8

Kejadian
Pasal 8


Ketika Tuhan berfirman kepada Nuh untuk keluar, itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dari bahtera kandas hingga Nuh keluar, kita belajar SABAR. Sampai berkali-kali mencoba, Nuh tetap sabar menunggu dan menunggu hingga air surut. Saat itupun Nuh tidak keluar, ia menunggu sampai Tuhan berkata keluarlah baru Nuh keluar. Ini lah pribadi Nuh yang sangat menarik yaitu Ia tidak ada niat sedikitpun untuk bertindak keluar tanpa instruksi dari Tuhan. Hal ini penting yaitu untuk tidak menggurui atau mendahului Tuhan.

Yang menarik yaitu diayat 21b hingga 22, lebih baik ada batasan daripada tidak ada batasan, lebih baik ada yang mengingatkan daripada dibiarkan. Hati-hati dalam hidup kita, bukankan kita merasa tidak enak ketika dibatasi? Cobalah berdiam diri, koreksi diri dalam tuntunan Roh Kudus. Maka anda akan BERSYUKUR buat orang-orang yang ada di sekelilingmu, BERSYUKUR buat peraturan yang ada.

“Belajar SABAR, belajar MENANTI”


Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Wednesday, September 9, 2015

Renungan Harian Seri Kejadian Pasal 7

Kejadian
Pasal 7


Ketika sebuah instruksi, perintah datang dalam hidup kita, sikap kita cenderung mencari SOLUSI yang instant. Nuh mendapat perintah untuk membuat bahtera dengan ukuran, bahan, dimana, dan cara pengerjaan SEMUA dengan standart Tuhan. Alkitab menyatakan Nuh TIDAK complain, bertanya dulu, nanti dulu. Dengan sabar dan tekun Nuh membangun bahtera 120 tahun lamanya. Setiap instruksi yang datang semua dilakukan dengan sikap hati yang positif. Alkitab mencatat (ps 6 : 22, 7 : 5) bahwa Nuh melakukan TEPAT seperti yang dikatakan Tuhan.

Dalam kisah Tuhan memusnahkan bumi, ada binatang-binatang yang atas pilihan Tuhan datang sendiri ke bahtera Nuh. Semua jenis binatang (bukankah ini amazing?), binatang saja taat kepada Penciptanya, tetapi manusia – anak-anakNya tidak taat.

Yang menyayat hati saya yaitu ketika Allah mengunci pintu bahtera Nuh dan kemudian membuka semua mata air, terjadi PEMUSNAHAN terhadap karya penciptaanNya sendiri. Demi apa? SEBUAH PERUBAHAN dalam diri manusia ciptaanNya.

“Jadilah anak-anak Tuhan yang mendengarkan dan melakukan dengan sikap yang baik. Untuk sebuah KETAATAN membutuhkan HARGA yang mahal dalam melaksanakannya”



Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Monday, September 7, 2015

Renungan Harian Seri Kejadian Pasal 6

Kejadian
Pasal 6


Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia BESAR di bumi dan bahwa segala kecenderungan HATInya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Disini Tuhan melihat isi hati.

Alkitab berkata “menyesallah Tuhan” 2 kali pada ay. 6 dan 9. Itu memilikan hatiNYA, jadi kondisi manusia saat itu benar-benar menakutkan (dalam pandangan Tuhan). Jadi kejahatan sudah menyeluruh adanya free sex, orang-orang raksasa (diluar planning Tuhan) manusia tidak bisa dikendalikan lagi dan bersikap semaunya.

Yang SANGAT menghibur sesuai dengan namanya yaitu NUH, satu-satunya orang yang disebut dalam generasinya yaitu “seorang yang benar”, tidak BERCELA, hidup BERGAUL dengan Allah Bapak kita.

“Di abad XX-XXI ini masih ada banyak anak-anak Tuhan yang sangat menghibur hati Bapak di Surga. Diantaranya ANDA dan SAYA menjadi KESUKAAN Bapa di Surga.”


Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Saturday, September 5, 2015

Renungan Harian Seri Kejadian Pasal 5

Kejadian
Pasal 5


Silsilah merupakan hal yang penting bagi Allah. Silsilah diawalai pasal 4 :17-26 sampai dengan pasal 5 : 32. Silislah Kain dulu (ay. 17-24) dengan generasi ke 5 sudah poligami (ay. 19), membunuh (ay. 23). Hal ini menunjukan benih Kain dengan keahlian yang luar biasa.

Keturunan Adam selain dari Kain dan Habel, Alkitab dengan jelas menyebutkan Adam memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya yaitu SET. Keturunan ini monogami sampai Nuh. Tidak disebutkan masalah KEAHLIAN tetapi disebut beberapa nama yang menonjol HENOKH (ay. 22-24) hidup bergaul dengan Allah, hal ini disebutkan 2 kali dalam 3 ayat. Nama lain yang disebut di Alkitab adalah NUH, anak yang memberi penghiburan dalam susah payah di tanah yang terkutuk ini (ay. 29).

Andalah sekarang mencetak generasi. Dimata Tuhan BUKAN keahlian yang dicari tetapi HATI yang lembut, yang mau mencari hadiratNya, yang mau MENGANDALKAN Tuhan dalam hidupnya.

“Jadilah pencetak generasi yang handal di dalam Tuhan, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”


Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica



Thursday, September 3, 2015

Renungan Harian Seri Kejadian Pasal 4

Kejadian
Pasal 4

Dari keturunan Adam & Hawa (generasi ke 2) Alkitab jelas mengatakan sudah ada benih yang berbeda yang baik dan yang jahat, jadi apa yang kita tabur akan dituai oleh generasi berikutnya. (Berhati-hatilah!) Keduanya sama-sama menerima pengajaran dari orang tua mereka dalam hal memberi persembahan yang terbaik bagi Tuhan tetapi prakteknya ada perbedaan yang besar. (Bukankah dalam keseharian kita juga menemukan kelompok-kelompok ini?)

Salah satu kebutuhan manusia adalah DITERIMA. Unsur ini lah yang membuat Kain marah atau sewot. Kuncinya disini adalah SIKAP HATI kita dalam hal memberikan persembahan. Milikilah sikap hati yang benar dalam memberikan persembahan kepada Tuhan, ingatlah Tuhan melihat hati kita.

Tuhan kita ini LUAR BIASA, Ia SELALU mengingatkan anak-anakNya SEBELUM jatuh ke dalam dosa. Hal ini juga menjadi cara kerja Tuhan hingga masa kini, namun sayangnya kita sudah keburu marah, jengkel atau iri duluan.


“SIKAP HATI dihadapan Tuhan yang Maha Tau yang menentukan hasil akhir kita”



Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Tuesday, September 1, 2015

Renungan Harian Seri Kejadian Pasal 3

Kejadian
Pasal 3


Setiap manusia baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki kelemahan masing-masing. Tetapi alkitab dengan jelas mengatakan “ular yang paling cerdik” bisa dengan melalui perkataan menjatuhkan hawa si wanita ini.

Jadi baiklah kaum hawa ber HATI-HATI dengan kata-kata atau rayuan-rayuan. Karena sebenarnya kelemahan wanita adalah di telinga. Mudah dibelokkan dan jatuh dalam dosa sehingga memiliki keinginan-keinginan untuk menjadi seperti Allah.

Untuk kaum adam, kelemahanya ada pada wanita (sudah dari sononya…), sikap tidak mau disalahkan, dan di mata. Karena mata pria sudah terkontaminasi, maka semua dosa bisa masuk lewat mata.


“Jadilah kuat dalam kuat kuasaNya, agar setiap kita baik laki-laki maupun perempuan dapat beroleh perkenanan Bapa di Surga”



Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica