Thursday, March 17, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 36

Keluaran
PASAL 36

Setiap proyek atau pembuatan rumah, makanan dll pasti ada orang kuncinya. Demikian juga pembuat Kemah Suci ini Tuhan Allah sudah sediakan orang kunci yaitu Bezaleet dan Aholiab. Keunikan Tuhan dalam melaksanakan setiap rancanganNya, dalam pembuatan Kemah Suci ini Tuhan pakai cara :
  • Penuhi anak-anakNya dengan keahlian, pengertian, pengetahuan dalam segala pekerjaan
  • Tuhan penuhi orang pilihanNya dengan Roh Allah (untuk membuat berbagai rancangan, mengasah, mengukir, dst) ajaib buakn? Cara-cara Tuhan dari teori sampai pelaksanaannya sempurna, tidak ada kelemahan
  • Tuhan menanamkan dalam hatinya kepandaian untuk mengajar. Disini Tuhan memberikan Aholiab untuk dengan teku mengajarkan orang-orang yang ada hingga mampu menyelesaikan dengan baik
  • Segala orang ahli yang melakukan seluruh pekerjaan untuk tempat kudus. Jumlah umat Tuhan 2 juta orang, sulit untuk mendeteksi keahlian-keahlian mereka tetapi Tuhan menggerakkan segala orang ahli untuk berperan serta. AMAZING!

Jadi kita belajar bahwa bagi Tuhan kita Yesus Kristus TIDAK ADA yang mustahil, TIDAK ADA yang terlalu sulit, karena cukup dengan berfirman SEMUAnya jadi. Untuk setiap planning Tuhan PASTI TERWUJUD, tidak ada yang gagal.

Doa saya,
Biarlah semakin kita belajar firmanNya, hati kita semakin lembut
Biarlah semakin kita mengenal sifat-sifatNya, hati kita semakin mudah diarahkan oleh Tuhan kita
Biarlah semaki kita menggali firman Tuhan, hati kita melimpah syukur, bangga memiliki Tuhan yang sempurna karena TIDAK ADA yang mustahil bagiNya
Jadi pastikan anda selalu melibatkan Tuhan dalam planningmu!


Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Saturday, March 12, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 35

Keluaran
PASAL 35

Untuk mendirikan Kemah Suci dibutuhkan dana, di Perjanjian Lama bukan berupa uang tetapi beruba barang. Persembahan khusus ini merupakan pemberian khusus kepada Tuhan untuk mendirikan Kemah Suci (saat ini bisa berupa dana pembangunan gereja, pembelian mobil untuk visitasi, dll). Memberi persembahan merupakan pengorbanan dari kita, melepaskan uang, emas, mobil, rumah kepada Tuhan. Sekilas pandang Nampak mudah tetapi prakteknya orang berpikir hingga 1001 kali.
Nilai-nilai pemberian kepada Tuhan :
  • Memberi sesuai dengan kapasitas, member sesuai dengan kemampuanmu bukan untuk pertunjukan atau supaya nama seseorang dikenal
  • Memberi menunjukkan pernyataan kasih kita kepada Tuhan. Ketika kolekte di hari Minggu atau ibadah khusus, orang memberikan Rp 1.000,- berarti kasihnya kepada Tuhan hanya senilai itu, lebih rendah dari tukang parkir 3.000
  • Memberi butuh hati yang tulus, karena memberi berarti mengorbankan sesuatu yang kita raih dengan susah payah, yang telah kita dapat dengan berpeluh, duduk berjam-jam baru dapat omzet. Lalu kemudian dipersembahkan kepada Tuhan, maka akan dipikir dulu 1001 malam

Tuhan mengawalli dengan “Siapa yang tergerak hatinya, yang terdorong hatinya”
Memberi itu SAKIT, tetapi butuh belajar memberi karena anda dan saya REKAN KERJA Tuhan, MITRA KERJA Tuhan

Yang menarik yaitu reaksi umat Israel. Lalu pergilah segenap jemaah…kemudian datang membawa persembahan. Laki-laki dan perempuan semua skill mereka diberikan (ay. 25-29). Kesungguhan hati, ketulusan hati mereka untuk menyatakan kasihnya kepada Tuhan. Memberi menjadi alat yang peka terhadap kebutuhan sesama. Mengapa Tuhan mengatakan “Siapa yang tergerak hatinya, yang terdorong hatinya” hingga 5x? Karena kepekaan hati nurani kita, bisa Tuhan pakai untuk melengkapi kebutuhan sesama yang kurang. Hari ini orang cenderung member kalau ada pembangunan gedung gereja, fasilitas gereja, untuk konsumsi (yang terlihat kasat mata) namun pelayanan dibawah mimbar, seperti penginjilan, penjangkauan masih belum banyak tersentuh. Padahal semua ini juga dikerjakan dengan dana yang besar.

Memberi tidak pernah membuat anda dan saya menjadi kekurangan. Waow! Sangat menarik bukan? Ketika kita member dengan kapasitas, memberi dengan kasih dan hati yang tulus, memberi dengan kepekaan yang khusus maka akan membuahkan hasil hingga berlebih-lebih bahkan menolak, stok ini sudah cukup. Benar-benar BERLEBIH.

“Ingat Amsal berkata orang yang selalu memberi TIDAK kekurangan, orang yang menghemat sedemikian rupa selalu kekurangan”


Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Thursday, March 10, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 34

Keluaran
PASAL 34

Penulisan ulang, ulang artinya kembali mengerjakan hal yang sama. Pada beberapa orang mengulangi = membosankan, tidak menyenangkan. Pada sekelompok orang tanpa sadar terus dan TERUS mengulangi kesalahan yang sama tanpa bisa lepas dari kelemahannya. Karakternya, dosa itu… Tetapi kata MENGULANGI di dalam Tuhan adalah sangat penting untuk mengetahui kesungguhanmu, kesediaanmu dan ketulusanmu.
Musa disini diperintahkan Tuhan
# pahatlah 2 loh batu sama dengan yang mula-mulai (mengulangi) yang telah kau pecahkan
# pagi hari naiklah ke gunung Sinai, berdiri menghadap Tuhan di puncak gunung
# Musa mengerjakan TEPAT seperti yang Tuhan perintahkan
Keintiman dengan Tuhan butuh dikerjakan setiap hari, mengulangi dan diulangi terus menerus hingga menjadi habbit. Juga butuh pengorbanan, waktu, tenaga, keuangan, dll. Butuh naik ke Gunung Tuhan, ke puncak gunungNya. Butuh naik ke wilayah daerah Tuhan,ke gunung Tuhan, viewnya Tuhan hingga anda dapat jamahanNya, firmanNya, berkatNya. Disini Musa mendapat semua janji-janji penyertaanNya “sungguh AKU mengadakan perjanjian didepan seluruh bangsa… sebab apa yang akan Kulakukan dengan engkau, sungguh-sungguh dahsyat.. AKU Tuhan... menghalau dari depanmu …” Sungguh luar biasa!
Keintiman dengan Tuhan butuh perenungan kembali akan hal-hal yang Tuhan tidak senang tidak kita lakukan, yang Tuhan senang saya kerja terus sampai dapat. Musa dapat transformasi kemuliaan Tuhan (ay. 28-35) “Kulit muka Musa bercahaya” kayak apa ya?? Buat ibu-ibu, cece-cece yang doyan ke salon dan perawatan muka, how come? Ini gratis loh! Hahahaa

“Pokoknya DEKAT Tuhan, intim dengan Tuhan Yesus dapet SEMUA”
Jangan lupa tetap semangat!

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Wednesday, March 9, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 33

Keluaran
PASAL 33

Musa mengenal siapakah Tuhan yang ada dihadapannya. Ia yang Maha Kuasa, yang memanggilnya untuk melakukan rencanaNya. Musa bergaul akrab dengan Tuhan dengan BIMBINGAN Tuhan sendiri, dengan dibekali “hati yang mudah diajar, hati yang taat” bukan hati yang tegar tengkuk sama dengan umat Israel. Musa diberi hati yang memahami hati Tuhan.
FirmanNya kepada Musa, pergilah berjalanlah engkau dan bangsa ini ke …
Tuhan mengutus seorang Malaikat untuk menyertai perjalanan ini. Aku (Tuhan) ini TIDAK akan berjalan di tengah-tengahmu. Dengan alasan supaya jangan AKU membinasakan engkau dijalan.
Respon Musa terhadap Firman Tuhan (ay. 1-3)
Engkau tidak memberitahu padaku siapa yang akan Kau utus bersama-sama dengan aku? Engkau mengenal namaku dan aku mendapat kasih karunia dihadapanMu? Tapi buktinya apa? Musa meminta jaminan sebuah relasi. Sekarang beritahu kiranya jalanMu (ay. 13).
Jika Engkau Tuhan Allah TIDAK membimbing kami, JANGAN suruh kami pergi. Karena inilah letak PERBEDAAN yang besar dengan bangsa lain, jika ENGKAU Allah beserta kami. Musa pun mendapat bonus dari Tuhan dengan boleh melihat punggung Tuhan dan mendapat kembali Penyertaan Tuhan atas umat Israel.

Apa yang menarik dari Keluaran pasal 33 ini?
  • Bagaimana anda dan saya belajar mendapatkan Kasih Karunia Tuhan
  • Bagaimana anda dan saya belajar beroleh penyertaanNya dalam hidup kita?
YAITU dengan mengenal lebih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, serta membina hubungan yang intim denganNya. Libatkan SELALU dalam seluruh aspek hidup kita. So pasti bonusnya sepanjang tahun ada di pihak kita.

“Mengenal dan bergaul akrab = JAMINAN suatu relasi yang baik”


Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Monday, March 7, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 32

Keluaran
PASAL 32

Lamanya waktu yaitu 40 hari berpisah antara Musa dan umat Israel ada perbedaan-perbedaan yang menonjol :
Musa – orang yang bergaul intim dengan Tuhan SELALU PROGRESS, fokus dengan planning Tuhan dan cinta pada Tuhan Allah Yehova
Umat Israel – selalu TIDAK sabar, selalu minta bukti/menuntut/menyalahkan (ada yang dikambing hitamkan), cari solusi sendiri tanpa bertanya Tuhan/pemimpin, selalu memaksa (ay. 1-6)
Reaksi Tuhan terhadap umat Israel : murka dan akan membinasakan umat Israel, Musa akan dijadikan bangsa yang besar
Reaksi Musa menunjukkan kualitas IMAN nya (ay. 11-34)
# 2x Musa bertanya kepada Tuhan ‘Mengapa’…”Mengapa” cara terbaik untuk introspeksi diri yaitu dengan bertanya kepada diri sendiri Mengapa saya tadi demikian? Bagaimana seandainya saya tidak …?
# Mengingatkan Tuhan akan janjiMu dan sumpahNya di dalam perhubungan antar umat Tuhan / suami istri / sesama rekan kerja. Maka dibutuhkan hati yang mau mendengar dan orang lain untuk MENGINGATKAN. Siapakah diri kita, siapakah orang yang ada di hadapanku? (ay. 13)
# Musa dengan tongkat membawa kembali umat Israel dijalan yang benar (ay. 19-30)
Dengan cara tongkat = didikan yang keras
Karena dosa penyembahan berhala, tidak ada kompromi!
Hati-hati sebagai pemimpin atau guru dalam setiap keputusan terhadap keinginan diri sendiri, keinginan anak-anak / keluarga, keinginan rekan kerja. Ini bisa mendatangkan dosa besar dihadapan Tuhan.
Ada pilihan untuk tetap setiap pada Tuhan atau menolak, inilah bukti kualitas secara individu, keluarga, komunitas dan korporat. Keputusan untuk kembali, berubah dan bertobat berarti ada harga yang HARUS dibayar (ay. 27-29). Harus dari DIRI SENDIRI yang melakukannya, tidak bisa diwakilkan (yang pasti sakit) tetapi buahnya manis di kemudian hari. Ada tindakan nyata, tidak kembali melakukan hal yang sama.
Musa RELA korbankan DIRInya demi umat Israel dihadapan Tuhan (ay. 31-32)
Sebuah pengampunan nilainya seumur hidup msua kini dan nanti. Musa lakukan dengan tulus, murni dan kasih yang benar di hadapan Tuhan. Musa rela menggantikan umat Israel dengan dirinya sendiri.
Pelajaran buat kita, dengan hidup bergaul intim dengan Tuhan (Musa : 40 hari) mengubah SELURUH dirinya benar-benar SERUPA dengan Penciptanya (cara berpikir, berkata, bertindak). Ketika kita berani mempercayakan pada Tuhan, maka PEMBELAANNYA selalu ada dan tepat pada waktuNya.

“Beranikah kita mempercayai Tuhan secara total?”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Saturday, March 5, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 31

Keluaran
PASAL 31

Siapakah kami ini Tuhan? Sehingga Engkau demikian peduli
Siapakah saya ini Tuhan? Sampai Engkau memperhitungkannya
Siapakah diriku ini Tuhan? Hingga aku ada dalam pandanganMu
Perhatikan beberapa kata yang dipakai untuk melukiskan sebenarnya kita TIDAK pantas menerimanya tetapi Tuhan Raja segala raja, Pencipta alam semesta, Allah yang SEMPURNA itu memberikan kepada anda dan saya :
* Dia PEDULI kepadamu
* Dia memperhitungkanmu
* aku ADA dalam pandanganNya
Anda dan saya dilayakkan masuk dalam kelompok THE BEST

Disini Musa dan bangsa Israel benar-benar diperlakukan melebihi dari kata “dikasihi” terhadap hamba-hambaNya, rekan-rekanNya, Tuhan benar-benar memperlakukan secara SPESIFIK
Mulai Keluaran 25-30 secara teori pembuatan kemah suci, Musa diatas gunung Sinai 40 hari lamanya inilah detik-detik terakhir dan Tuhan melengkap orang-orang yang AHLI dalam pengerjaannya (ay. 1-11) Bezaleel dan Aholiab
Selama teori-teori diberikan kepada Musa diatas gunung ini, TIDAK ADA kata/kalimat/keluhan tercatat yang keluar dari mulut Musa, sebalikan diakhir pembicaraan ini Tuhan memberikan orang-orang yang melengkapi Musa dalam pengerjaannya

Kita belajar dari sini, setiap tugas yang Tuhan berikan, TIDAK PERNA Ia biarkan anda kerjakan sendiri, karena Dia kenal benar siapa anda dan saya. Di akhir pembicaraan dengan Musa, Tuhan ingatkan lagi akan pentingnya Hari Sabat. HARUSlah kamu pelihara, kuduskan dan ini menjadi perjanjian kekal antara Tuhan dan Israel. Dan Tuhan pun memberikan hasil karya Nya yaitu 2 loh batu hukum Allah (ay. 18)

“Diberkatilah orang-orang yang mengandalkan Tuhan,
Diberkatilah orang-orang yang melakukan FirmanNya dengan segenap hati,
Diberkatilah hamba-hambaNya yang tulus dan setia padaMu”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Thursday, March 3, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 30

Keluaran
PASAL 30

Di Kemah Suci tiap-tiap ruang ada aksesorisnya masing-masing
  1. Mezbah Pembakaran Ukupan (ay. 1-10) dan ukupan yang kudus (ay. 34-38)
# Tempat Mezbah Pembakaran ukupan di Ruang Kudus, dekat dengan Ruang Mahakudus dimana Allah hadir (Tuhan Allah yang minta)
# Ukupan yang kudus yang merupakan wangi-wangian campuran rempah-rempah pilihan Tuhan sendiri, lengkap dengan cara mengelolanya. Hanya khusus dipergunakan di Ruang Mahakudus tidak diperkenankan dipakai di tempat lain
  1. Bejana Pembasuhan di Pelataran setelah Mezbah Korban Bakaran
Disini disebutkan 2x ‘supaya mereka jangan mati’ (ay. 20-21), hal ini menunjukkan tidak ada kompromi, Imam menyelenggarakan kebaktian dengan membawa korban di Ruang Pelataran. Maka HARUS membasuh tangan dan kakinya dengan air di Bejana Pembasuhan baru masuk ke Ruang Kudus
  1. Persembahan Khusus pada waktu pendaftaran
Tiap-tiap orang Israel yang mendaftarkan diri HARUS mempersembahkan persembahan khusus kepada Tuhan berupa uang pendamaian karena nyawanya dan persembahan ini dipakai untuk ibadah dalam Kemah Pertemuan
  1. Minyak Urapan yang kudus (ay. 22-33)
Campuran rempah-rempah pilihan Tuhan untuk membersihkan seluruh peralatan yang ada di Bait Suci dan hanya dipakai di Bait Suci

Pelajaran yang kita ambil yaitu mezbah pembakaran ukupan dan ukupan yang kudus adalah melambangkan doa-doa anak-anak Tuhan bak aroma wangi-wangian di hadapan Tuhan di pagi dan petang. Semua yang ada disekeliling Tuhan Allah beraroma harum semerbak, biarlah hidupmu juga dihadapanNya beraromakan persembahan yang Hidup, yang Kudus, yang Berkenan kepadaNya (Roma 12 : 1). Basuhlah diri kita dan hidup kita dengan Darah Yesus, karena HANYA oleh kematian anak domba Allah, kita beroleh perkenananNya.

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica