Sunday, February 21, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 25

Keluaran


PASAL 25

Sketsa Kemah Suci
Setiap orang yang mau membangun, pastilah ia akan duduk dan memperhitungkan berapa dana yang dibutuhkan. Disini Tuhan juga memperhitungkan rencana untuk mendirikan Kemah Suci. Tuhan berfirman “Musa katakan kepada orang Israel, pungut bagiKu persembahan khusus…”
Persembahan khusus itu berupa “emas, perak, tembaga, kain ungu, kulit domba jantan, kulit lumba-lumba, minyak, rempah, permata krisopras”. Waow! Semuanya itu mahal sekali (ay. 3-7)
Dua kali disebutkan “mereka HARUS membuat… HARUS kamu membuatnya” dengan kata lain tidak ada tawar menawar (ay. 8-10). Gimana nih? Kok Tuhan minta-minta seperti ini?
Sketsa 1 – Tabut Perjanjian (ay. 10-22)
Sketsa 2 – Meja Roti Sajian (ay. 23-30)
Sketsa 3 – Kandil (ay. 31-40)
Ternyata semua begitu teliti dari ukuran, jenis dan bahan yang diminta hingga hasil akhir yang diharapkan.

Dari sini kita melihat bahwa TUHAN adalah Allah yang BERDAULAT penuh atas manusia. Jadi semua planningNya tidak harus minta persetujuan dengan manusia. (ingat Dialah Tuhan, kita manusia)
Tuhan juga merupakan pemilik ALAM semesta, jadi pada Keluaran 25 : 1-10 itu bukan Allah yang minta-minta, tetapi Tuhan Allah hanya memakai milikNya untuk melaksanakan semua planningNya.
Di Keluaran 25 ini terdapat 30x kata “seHARUSnya, HARUS …”
-> KEHADIRAN Tuhan di tengah-tengah kehidupan kita memiliki NILAI melebihi semua kekayaan yang dipakai untuk membuat Kemah Suci
-> HARGA pernyetaan Tuhan melebihi seisi dunia. Karena pernyetaanNya membuat KESUKSESAN, keberhasilan dan kemenangan dipihak kita
-> Sebuah KEINTIMAN dengan Tuhan, SELALU dirindukan olehNya
Manusia siang dan malam bekerja untuk kekayaan, untuk kemegahan diri sendiri sehingga nilai-nilai ini hilang lenyap karena kenikmatan dunia.

Doa saya bagi anda : Ingat prioritaskan hubungan dengan Tuhan diatas segalanya

“PenyertaanNya dalam hidupmu merupakan KEPUASAN yang tak tertandingi”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Friday, February 19, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 24

Keluaran
PASAL 24

PELETAKAN DASAR 6
Upacara Pengikat Perjanjian antara Tuhan dengan Bangsa Israel
Keluaran 24-30 Tuhan memberikan pola ibadah kepada umat Israel dengan diawali Upacara Pengikat Perjanjian. Di dalam Perjanjian Lama, kata perjanjian ini sangat penting, ini menandakan keseriusan Tuhan mengikat perjanjian dengan Bangsa Israel, kesungguhan Tuhan bersedia menjadi Allahnya dan Bangsa Israel menjadi Umat Pilihan Tuhan dengan diadakan Upacara Pengikat Perjanjian.
# 74 orang untuk mewakili 12 suku Israel dihadapan Allah, tetapi hanya Musa saja yang boleh mendekat (ay. 1-2)
# Umat Israel menghadap Tuhan SELALU ada mezbah dan korban persembahan yaitu korban bakaran dan korban keselamatan (ay. 4-5) Ada DARAH sebagai Pengganti Keselamatan, sebagai Pernyataan SAH Ikatan Perjanjian antara Allah dan UmatNya (ay. 6-8)
# Tuhan SELALU menunjukkan secara kasat mata kehadiranNya, atas keseriusanNya dengan umatNya. Semua ini bertujuan agar umatNya memiliki pemahaman yang benar siapakah Tuhan Allah mereka
# Musa mewakili umat Israel untuk menerima tanda SAH dalam ikatan perjanjian dengan Tuhan Allah berupa loh batu yang berisikan hokum dan perintah yang Tuhan Allah sendiri tuliskan (ay. 12)
# Keseriusan Tuhan dalam mengikat perjanjian ini dinyatakan lewat keseriusan dalam penulisan Hukum dan Perintah selama 6 hari dalam hadirat Allah Bapa dan proses kebersamaan dengan Musa 40 hari 40 malam

Dari semuanya itu kita belajar, bahwa Nilai sebuah PERJANJIAN itu besar di mata Tuhan. Tetapi sering kali kita berjanji, berulang-ulang berjanji dengan Tuhan buktinya hanya sebuah seloga saja. Mudah berkata tak kunjung datang wujudnya. Apabila Tuhan demikian serius dengan Perjanjian ini dari dulu hingga sekarang, bagaimana dengan Perjanjian anda dan saya kepadaNya?
Mari kita bersama-sama belajar menghargai setiap perjanjian baik kepada sesama manusia (ikatan janji nikah, janji dengan rekan kerja, janji pada anak-anak di rumah) maupun dengan Tuhan.

“Tuhan selalu memberkati siapapun yang berani membayar harga
dalam sebuah Perjanjian”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Wednesday, February 17, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 23

Keluaran
PASAL 23

PELETAKAN DASAR 5
Kali ini Tuhan memberikan batasan kepada para pembela dan pengacara :
  • Jangan membelokkan kebenaran dengan kebohongan / saksi dusta (ay. 1)
  • Jangan mengikuti pandangan mayoritas dengan membelokkan hukum
  • Berlaku benar terhadap musuh, baik harta maupun usaha miliknya (ay. 4-5)
  • Jangan berlaku curang atau menekan terhadap hak orang miskin / orang asing (ay. 6-7 & 9)
  • Jangan menerima suap dengan membalikkan kebenaran (ay. 8)
  • Pada waktu panen untuk memberkati kaum miskin (ay. 10-11)
  • Ada waktu istirahat bagi pekerja dan binatang (ay. 12-13)

Janji Penyertaan Tuhan melalui malaikatNya atas umat Israel dengan harapan :
* Melindungi umat Israel hingga sampai tanah perjanjian
* Membawa umatNya bisa menghadapi musuh-musuhnya
* Selalu ada persediaan makanan dan terhindar dari segala sakit penyakit
* Tidak ada keguguran / mandul lagi bagi perempuan Israel
* Selalu ada PEMBELAAN Tuhan mendahului semua kekacauan dari musuh di dalam Penetapan Waktu Nya
* Tuhan sendiri yang menentukan batas daerah UmatNya

Semua ini terjadi dengan peringatan :
* UmatNya HARUS bisa mendengarkan dan melakukan Arahan Tuhan
* UmatNya HARUS bisa hidup benar sebab Nama Tuhan ada didalamnya
* Jangan menyembah ilah orang Kanaan, sebaliknya musnahkan semua patung-patung, tugu-tugu berhala
* Jangan mengikat perjanjian dengan orang-orang Kanaan dan allah mereka
* Adakan 3x perayaan / kebaktian dalam setahun bagi Tuhan (ay. 14-19)

“Sesungguhnya batasan bagi pengacara dan pembela itu ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadilah bijak didalam gaya hidup kita, baik perkataan, sikap hati dan tindakan karena itulah yang menentukan hasil akhir kita.
SEMANGAT!”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Monday, February 15, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 22

Keluaran
PASAL 22

PELETAKAN DASAR 4
Disini Tuhan memberikan RESTITUSI, yaitu membayar ganti rugi bagi beberapa hal yang menjadi esensi dalam kehidupan sehari-hari
* Binatang (ay. 1)
* Pencuri (ay. 2-3)
* Profesi gembala
* Kebakaran (ay. 6)
* Harta (binatang) menitipkan dan meminjamkan (ay. 9-15)
* Gadis perawan (ay. 16-17)

Untuk perlakuan terhadap kaum yang lemah, yaitu orang asing, janda dan yatim piaut, kaum miskin.
Tuhan benar-benar meminta supaya orang-orang tersebut DIPERLAKUKAN dengan benar, sebab Akulah Tuhan yang jadi Pembela mereka dan doa-doanya pasti ada di telingaKu.

Kekejian bagi Tuhan atau sesuatu yang benar-benar Tuhan BENCI / tidak suka. Kita sebagai manusia (sahabat, suami-istri, rekan kerja) berUSAHA untuk saling menyenangkan dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak disukai bukan? Bagaimana dengan Tuhan? Jika Tuhan TIDAK SUKA, apakah saya juga TIDAK melakukan?
* Sihir, okultisme (ay. 18)
* Beastiality – seks dengan binatang (ay. 19)
* ilah lain atau berhala = mengasihi mobil, uang, rumah bahkan anak melebihi Tuhan (ay. 20)

Maka dari situ kita belajar, Tuhan sedang mendidik TANGGUNG JAWAB buat kita, kalau merusak maka harus ganti, tidak merugikan orang lain. Tuhan MAU anak-anakNya belajar MENGHARGAI kaum yang lemah. Tuhan rindu anda dan saya hidup menyenangkan hatiNya dengan tidak melakukan hal yang keji dimataNya.

“Taat dan melakukan hal-hal yang menyukakan hati Bapa”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Friday, February 12, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 21

Keluaran
PASAL 21

PELETAKAN DASAR 3
Dalam hidup ini penuh dengan trik-trik dan manipulasi berbagai perlakuan kejam tak berprikemanusiaan. Allah Pencipta kita lah yang paling mengena bagaimana menyelesaikan problem hidup manusia dengan memberikan batasan-batasan untuk ditaati.
Pada zaman Yusuf dan Musa perbudakan bukan hal yang kejam tetapi merupakan budaya yang ada di masa itu, dan Tuhan memberikan nilai-nilai manusaiwi kepada generasi yang baru ini.
  1. Budak bekerja 6 tahun lamanya, dan itu CUKUP selebihnya ia diberi kebebasan tanpa membayar (ay. 2)
  2. Budak keluar masuk satu-satu dua-dua (ay. 3)
  3. Hak tuan merupakan hak penuh atas budak, istri, anak (apabila Tuan yang memberi), kecuali ia sendiri dengan rela mengabdi seumur hidup (ay. 5)
  4. Perlakuan tuan terhadap perempuan dan jaminannya (ay. 7-11)
Hukum Pidana (terhadap nyawa) ditentukan pada ay. 12-36 dimana
  1. Mati ganti mati, nyawa ganti naywa, mata ganti mata, luka ganti luka, dll
  2. Jika TIDAK sengaja harus ada tempat untuk berlindung
  3. Memukul, mengutuki ayah/ibu, menculik dan menjual seseorang HARUS dihukum mati
  4. Ada tuntutan dan pembayaran sesuai dengan peraturan hakim. Baik itu budak laki-laki atau perempuan atau binatang
Dari ketetapan dan aturan-aturan tersebut maka kita belajar, Tuhan itu adil terhadap sesama manusia, entah anda tipe orang yang mana, SELALU ADA solusi dari Tuhan bagi kita semua. Fakta membuktikan BANYAK nilai-nilai Alkitabiah sekarang menjadi Pondasi Hukum Pidana dan Perdata.

“Hiduplah sebagaimana apa adaya, jadilah dirimu sendiri karena
You Are the Best from God”


Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Sunday, January 17, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 20

Keluaran
PASAL 20

PELETAKAN DASAR 2

Kali ini Tuhan meminta Musa dan Harun untuk naik ke Gunung Sinai.
Tuhan meletakkan dasar mengenai hubungan secara vertical (dengan Tuhan Allah) dan secara horizontal (dengan sesama).
Perhubungan disini termasuk komunikasi dan keintiman dengan Tuhan, hidup mengandalkanTuhan.

Mengapa Tuhan meletakkan dasar-dasar ini dalam kehidupan Bangsa Israel?
Karena sudah lebih dari 100 tahun umat Israel TIDAK pernah mendengarkan Firman Allah, TIDAK ada pernyataan-pernyataan selama dalam penjajahan di Mesir sehingga mereka hidup hanya dari nilai-nilai penyembahan berhala dan patung-patung yang ada di Mesir.
Dengan demikian kehidupan umat Israel menjadi liar tanpa kendali dan pemahaman tentang kebenaran Tuhan (sama seperti ketika kita belum mengenal dan percaya kepada Tuhan).

Disinilah Tuhan menata kembali dengan peletakan dasar-dasar pemahaman yang benar :

Pasal 20 : 1-11. Perhubungan secara Vertikal dengan Tuhan Allah Yehova

1. Inilah NamaKu yaitu "Akulah Tuhan Allahmu / ELOHIM " dengan karakteristik "Yang membawamu keluar dr tanah perbudakan- Mesir.

2. Jangan sujud menyembah pada ilah lain. Ayat 3-6 dengan konsekuensi pembalasan dari Tuhan.
# Akulah Allah yg Cemburu - tidak mau disaingi dengan ilah ilah lain
# Yang membalas kesalahan-kesalahan sampai generasi ke 3 & ke 4 (jadi jangan main-main karena tanpa kita sadari ternyata keturunan kita memetik buah pahit karena perbuatan kita yang tidak setia padaNya)
#Disisi lain Kasih Setia Tuhan dinyatakan sampai beribu-ribu orang yang mengasihiNya & yang berpegang pada perintah-perintah Nya 

3. Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan - dengan sia-sia. (Ayat 7)
Karena kita dianggap meremehkan, mempermainkan nama diatas segala nama.

4. Ingat & kuduskanlah hari SABAT (Ayat 8-11). Minggu beribadah kepada Tuhan yaitu setelah 6 hari bekerja, Minggu saatnya teduh datag dihadiratNya untuk bersyukur & menyembahNya

Pasal 20 : 12-17. Perhubungan secara Horisontal dng sesama manusia.

5. Hormatilah ayah & ibumu (dengan menghormati & menghargai kedua orang tua kita maka panjang umur menjadi bagian kita), ayat 12.

6. Jangan membunuh, hal ini berlaku baik secara fisik maupun psikis karena dua-duanya merupakan kekejian bagi Tuhan (ayat 13).

7. Jangan berzinah, ayat 14. (Lesbi, homo, dengan binatang)

8. Jangan mencuri, ayat15 (kecil / besar - korupsi)  

9. Jangan mengucapkan saksi dusta, ayat 16 (kecil-sekedar, mencelakakan/   menghancurkan)

10. Jangan mengingini barang milik sesama, ayat 17 (barang, hamba, org -  yg bukan bagian kita buang jauh2x),

Jika Tuhan berkata JANGAN = ya JANGAN, krn itu Kekejian, Jijik bagi Nya (no 6-10)

Pasal 20 diakhiri dengan 2 hal
  • Belajarlah hidup takut akan Tuhan, disini nilai-nilai KEBESARAN dan KEPERKASAAN Tuhan hanyalah sarana untuk menunjukkan Ia lah Tuhan atas langit dan bumi, tetapi yang Tuhan ingini adalah hidup yang segan, menghormatiNya, tau bahwa Tuhan Allah itu hadir dimanapun kita berada walaupun tidak terlihat secara kasat mata
  • Hukum yang ke 2 (diatas) ditekankan sekali lagi PENTING bahwa Tuhan itu ESA = tunggal, tidak perlu ada duplikat, yang serupa, dll
  • Hargailah tempat persembahan yang didirikan buatKu, sebab disitulah Tuhan memberkati hidup kita (ingat Abaraham, Ishak dan Yakub juga melakukan hal yang sama)


Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Friday, January 15, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 19

Keluaran
PASAL 19

PELETAKAN DASAR 1

Waktu adalah bukti terbaik sebuah kesetiaan, sebuah pengabdian, sebuah ketaatan, sebuah kerelaan.

3 bulan setelah keluar dari Mesih, SUDAH membuktikan bahwa manusia TIDAK tahan apabila tidak ada minum (Mara & Rafidin), dan tidak ada makanan (manna) karena hal ini merupakan sebuah kebutuhan dasar manusia, Tuhan memakluminya dan memenuhi.

Perintah Tuhan selalu diawali dengan berkat dan perjanjianNya (ay. 4-5)
Jika kamu sungguh-sungguh (ada usaha yang serius, HARUS ada kesungguhan) menDENGARkan firmanKu dan berPEGANG pada PerjanjianKu
Maka kamu akan menjadi Harta kesayanganKu sendiri dan
Menjadi Kerajaan IMAM, Bangsa yang kudus

Dan Tuhan pun memberikan batasan-batasan bagi orang Israel :
  • Menguduskan diri 2 hari, kemudain di hari ke 3 bertemu dengan Tuhan (mencuci pakaian = jubah kehidupanmua, pola hidup yang asal-asalan, hidup seksualitasmu?), lalu bagaimana dengan kita ketika hendak beribadah kepada Tuhan?
  • Ya dan TIDAK BOLEH benar-benar ditekankan pada ayat 12-13 (tingkat disiplin diri yang tinggi) tanpa memandang siapa dirinya. Ini merupakan awal Tuhan meletakkan dasar pada Bangsa Israel, demikian juga pendidikan dengan anak-anak di rumah, letakkan dasar disiplin diri sedini mungkin karena hal ini akan membantunya di kemudian hari.
  • Ada cara-cara dan tanda-tanda Tuhan hadir di tengah-tengah umatNya. Disini Tuhan mengangkat Musa melebihi siapapun. Musa merupakan PEMIMPINmu yang Tuhan Allah pilih sendiri diluar usaha manusia. Agar umat Israel bisa tunduk dan menghormati pemimpin.

Bagaimana dengan anda hari ini?
Ketika kita pertama kali percaya Tuhan disitulah awal Tuhan meletakkan dasar dalam hidupmu, tetapi lamanya menjadi orang Kristen TIDAK menjamin anda sudah lulus dalam hal ini.

“Jadi pastikan hari ini anda sudah memiliki Disiplin Diri yang baik”


Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica