Showing posts with label kemahsuci. Show all posts
Showing posts with label kemahsuci. Show all posts

Tuesday, February 23, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 26

Keluaran
PASAL 26



Pada pasal 26 ini khusus menyinggung Kemah Suci dengan ukuran, batasan, bahan-bahan yang dipakai dan pembagian ruang yang jelas yaitu
  1. Pelataran
  2. Ruang Kudus
  3. Ruang Mahakudus

Kita tau bahwa Tuhan kita SEMPURNA dalam rancanganNya dan SEMPURNA dalam pelaksanaanNya. Semua rancangan yang Allah miliki, diberikan seluruhnya mulai dari tabut perjanjian, kandil, dll aksesorisnya diungkapkan kepada Musa. Musa sendiri tidak ada gambaran (sama seperti Nuh ketika mendirikan Bahtera, alkitab tidak menyinggung ‘Nuh bingung sampai tidak selesai’ tetapi dalam waktu 120 tahun Tuhan menuntun, membimbing Nuh hingga selesai).
Tuhan selalu berkarya dengan RohNya. Jika kita baca dan pikirkan gimana sih bentuk kandil itu? Apabila seseorang tidak memiliki latar belakang pendidikan arsitek dan sipil tentu bingung membaca sketsa Kemah Suci. Tetapi Roh Allah selalu berkarya sempurna. Kuncinya yaitu miliki hubungan yang intim dengan Tuhan maka arahan dari Roh Kudus tetap nyata dalam setiap langkah hidup kita. Musa adalah seorang arsitek handal di Mesir. Pengaturan Tuhan TIDAK PERNAH salah, tidak pernah keliru.

“Bagi Tuhan kita Yesus Kristus TIDAK ADA yang sulit,
TIDAK ADA yang mustahil bagiNya”


Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Sunday, February 21, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 25

Keluaran


PASAL 25

Sketsa Kemah Suci
Setiap orang yang mau membangun, pastilah ia akan duduk dan memperhitungkan berapa dana yang dibutuhkan. Disini Tuhan juga memperhitungkan rencana untuk mendirikan Kemah Suci. Tuhan berfirman “Musa katakan kepada orang Israel, pungut bagiKu persembahan khusus…”
Persembahan khusus itu berupa “emas, perak, tembaga, kain ungu, kulit domba jantan, kulit lumba-lumba, minyak, rempah, permata krisopras”. Waow! Semuanya itu mahal sekali (ay. 3-7)
Dua kali disebutkan “mereka HARUS membuat… HARUS kamu membuatnya” dengan kata lain tidak ada tawar menawar (ay. 8-10). Gimana nih? Kok Tuhan minta-minta seperti ini?
Sketsa 1 – Tabut Perjanjian (ay. 10-22)
Sketsa 2 – Meja Roti Sajian (ay. 23-30)
Sketsa 3 – Kandil (ay. 31-40)
Ternyata semua begitu teliti dari ukuran, jenis dan bahan yang diminta hingga hasil akhir yang diharapkan.

Dari sini kita melihat bahwa TUHAN adalah Allah yang BERDAULAT penuh atas manusia. Jadi semua planningNya tidak harus minta persetujuan dengan manusia. (ingat Dialah Tuhan, kita manusia)
Tuhan juga merupakan pemilik ALAM semesta, jadi pada Keluaran 25 : 1-10 itu bukan Allah yang minta-minta, tetapi Tuhan Allah hanya memakai milikNya untuk melaksanakan semua planningNya.
Di Keluaran 25 ini terdapat 30x kata “seHARUSnya, HARUS …”
-> KEHADIRAN Tuhan di tengah-tengah kehidupan kita memiliki NILAI melebihi semua kekayaan yang dipakai untuk membuat Kemah Suci
-> HARGA pernyetaan Tuhan melebihi seisi dunia. Karena pernyetaanNya membuat KESUKSESAN, keberhasilan dan kemenangan dipihak kita
-> Sebuah KEINTIMAN dengan Tuhan, SELALU dirindukan olehNya
Manusia siang dan malam bekerja untuk kekayaan, untuk kemegahan diri sendiri sehingga nilai-nilai ini hilang lenyap karena kenikmatan dunia.

Doa saya bagi anda : Ingat prioritaskan hubungan dengan Tuhan diatas segalanya

“PenyertaanNya dalam hidupmu merupakan KEPUASAN yang tak tertandingi”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Monday, February 15, 2016

Renungan Harian Seri Keluaran Pasal 22

Keluaran
PASAL 22

PELETAKAN DASAR 4
Disini Tuhan memberikan RESTITUSI, yaitu membayar ganti rugi bagi beberapa hal yang menjadi esensi dalam kehidupan sehari-hari
* Binatang (ay. 1)
* Pencuri (ay. 2-3)
* Profesi gembala
* Kebakaran (ay. 6)
* Harta (binatang) menitipkan dan meminjamkan (ay. 9-15)
* Gadis perawan (ay. 16-17)

Untuk perlakuan terhadap kaum yang lemah, yaitu orang asing, janda dan yatim piaut, kaum miskin.
Tuhan benar-benar meminta supaya orang-orang tersebut DIPERLAKUKAN dengan benar, sebab Akulah Tuhan yang jadi Pembela mereka dan doa-doanya pasti ada di telingaKu.

Kekejian bagi Tuhan atau sesuatu yang benar-benar Tuhan BENCI / tidak suka. Kita sebagai manusia (sahabat, suami-istri, rekan kerja) berUSAHA untuk saling menyenangkan dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak disukai bukan? Bagaimana dengan Tuhan? Jika Tuhan TIDAK SUKA, apakah saya juga TIDAK melakukan?
* Sihir, okultisme (ay. 18)
* Beastiality – seks dengan binatang (ay. 19)
* ilah lain atau berhala = mengasihi mobil, uang, rumah bahkan anak melebihi Tuhan (ay. 20)

Maka dari situ kita belajar, Tuhan sedang mendidik TANGGUNG JAWAB buat kita, kalau merusak maka harus ganti, tidak merugikan orang lain. Tuhan MAU anak-anakNya belajar MENGHARGAI kaum yang lemah. Tuhan rindu anda dan saya hidup menyenangkan hatiNya dengan tidak melakukan hal yang keji dimataNya.

“Taat dan melakukan hal-hal yang menyukakan hati Bapa”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica