Friday, September 4, 2020

Renungan Harian Seri 2 Samuel Pasal 10

2 Samuel
PASAL 10

Anda dipihak mana?

Berawal dari persahabatan Daud dengan Nahas, Raja Amon yang telah meninggal saat ini, timbulah niat baik Daud untuk tetap menjaga persahabatan yang baik seperti kepada ayahnya Hanun. Tetapi dibalas dengan penghinaan dari raja Bani Amon.

Dimanakah anda berpijak?

Pertanyaan ini terlihat simpel tetapi hakekat dari eksistensi dirimu benar-benar dipertanyakan? Kamu disini atau disana? Bijaksini atau bijaksan?
Anda tidak bisa berpijak pada 2 perahu, kamu TIDAK dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mammon – Lukas 16 : 13.

  1. Ditolak dan penghinaan adalah awal dari kebencian, sakit hati, permusuhan berakhir dengan pembunuhan.
Hati-hati terkadang niat hati yang baik belum tentu mendapat respon yang baik, bahkan sebalikan bisa salah paham dan berujung pada permusuhan.
Sikap penolakan, penghinaan adalah PENGHANCUR semua hubungan.
  1. Sikap permusuhan, sengaja menunjukkan diri INI looo AKU, sombong
Manusia yang sombong akan direndakan dan orang yang angkuh akan ditundukkan – Yesaya 2 : 11a. Ini adalah sebuah kebenaran dan tetap berlaku hingga saat ini dan masa yang akan datang. Inilah nilai-nilai duniawi, pakai kekuatan kuantitas 33.000 tentara. Namun sayangnya Tuhan tidak pakai cara-cara duniawi, Tuhan nggak bingung dengan kuantitas tetapi kualitas Tuhan yaitu iman percaya kita (ay. 12). So simple, so pasti menang (ay. 9-11). Sepakat Tuhan melakukan yang baik (ay. 13-14).
  1. Bersama Tuhan anda dan saya adalah pemenang-pemenangNya dan pahlawan-pahlawan Tuhan.
Daud membunuh 700 ekor kuda kereta, 40.000 pasukan berkuda. Panglima perang musuh juga mati (ay. 18). WAOW luar biasa ya Karya Tuhan melalui Daud. Maka takutlah musuh-musuh ini KARENA Tuhan menjadi panglima perang kita.

Dimanakan anda berpijak? Sesungguhnya anda ada dipihak mana? Tuhan kah atau mamon?

“Tetapi aku, aku suka DEKAT pada Allah, aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaanNya”
Mazmur 73 : 28

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Wednesday, September 2, 2020

Renungan Harian Seri 2 Samuel Pasal 9

2 Samuel
PASAL 9

Hidup dalam perdamaian

Waktu adalah saksi yang terbaik untuk kualitas pribadi seseorang
  1. Daud dikejar-kejar oleh Saul tanpa alasan yang jelas dan mau Daud mati melebihi muruh yang jahat
  2. Kebencian Saul terhadap Daud melebihi seorang mengkhianati raja
  3. Kematian Saul yang seharusnya disyukuri justru Daud berkabung
  4. Daud tidak memusuhi Isyboset anak Saul ataupun membunuhnya
Sekarang di pasal 9, Daud justru memerintahkan untuk mencari dari keluarga Yonatan yang masih hidup, karena raja Daud hendak menunjukkan kasih dari Allah (ay. 1-3).

Siapakah diantara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia hidup dengan cara yang baik – Yakobus 3 : 13a.

Tindakan Raja Daud yang bijak
Mengembalikan semua ladang Saul dan Mefiboset boleh makan sehidangan dengan raja (ay. 7b,13).
Daud memberikan perintah :
# seluruh milik Saul dan milik seluruh keluarganya dialihkan kepada Mefiboset
# kamu Ziba harus mengerjakan tanah bagi tuanmu Mefiboset agar selalu ada persediaan makanan (ay. 9-10).

Hikmat yang dari atas pertama-tama murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan. Ini semua  adalah buah kebenaran. Butuh ditabukan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. Yakobus 3 : 17-18.
Hal ini merupakan sebuah pilihan, untuk menabur kebenaran atau sebaliknya iri hati dan egois. Yang pasti, anda menuai apa yang anda tabur. Daud dan Aku memilih hidup dalam perdamaian.

Paulus berkata “Sedapat-dapatnya kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” Roma 12 : 18

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Monday, August 31, 2020

Renungan Harian Seri 2 Samuel Pasal 8

2 Samuel
PASAL 8

Kemenangan-kemenangan Daud

Kita tentu senang melihat keberhasilan seseorang, kesuksean orang lain tetapi kita tidak tau bagaimana “dapur”nya. Sebuah proses selalu ada di Agenda Tuhan, kalau bukan di awal ya pasti diakhir.

Inilah jalan-jalan kemenangan Daud :
  1. Tuhan melengkapi Daud sebagai Laskar Tuhan, SIAP keluar dan kedalam.
Menang terhadap beruang dan singa-singa, menang terhadap Goliat.
  1. Tuhan melatih kepemimpinan Daud dari orang-orang buangan (I Samuel 22 : 2)
  2. Daud belajar hidup sederhana, dengan melepaskan pengampunan kepada Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan (I Samuel 24,26)
  3. Daud belajar apa artinya MENANTI, menunggu dengan berdiam diri hingga saatnya Tuhan.
  4. Daud menybebut dirinya HAMBA bukan raja (mazmur Daud). Nilai dirinya dihadapan Tuhan dan kebesaran Tuhan yang mengatur seluruh langkah hidupnya.

Apakah Daud orang yang lemah, seorang yang tidak berpendirian?
Lihat, inilah musuh-musuh Israel yang Daud taklukan :
  • Menang terhadap bangsa Filistin sampai menguasai ibu kotanya
  • Menang terhadap bangsa Moab dan mereka memberikan upeti kepada Daud
  • Menang terhadap Hadadezer dan pasukan serta pasukan berkuda
  • Menang terhadap orang Aram
  • Menang terhadap bangsa Amalek
  • Daud dapat banyak jarahan (emas, perak, tembaga) – ay. 7-10

Inilah firmanNya “TUHAN memberi kemenangan kepada Daud kemanapun ia pergi berperang” (ay. 6b, 14b). Bahkan Tuhan melalui Daud menegakkan keadilan, kebenaran atas Kerajaan Israel (ay. 15-18).
Sempurna segala sesuatunya sesuai dengan waktu Tuhan dan Janji Tuhan atas Daud.

“Jadi SIAPApun yang ADA dalam tuntunan Tuhan, pasti selalu diberkati dengan kepuasan jasmani dan rohani”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Saturday, August 29, 2020

Renungan Harian Seri 2 Samuel Pasal 7

2 Samuel
PASAL 7

Janji Tuhan dan nubuatan Tuhan kepada Daud

Setelah Daud menikmati semua kebaikan Tuhan, bahkan Tuhan mengaruniakan keamanan kepada Bangsa Israel maka kini timbulan kerinduan untuk menyenangkan Tuhan, dengan menghadirkan Tuhan sebaik dan selayaknya Istana Raja. Hal inilah yang kemudian menggerakan hati Tuhan untuk melepaskan janji-janji berkat atas Daud dan keturunannya (ay. 4-8b).

Dari beberapa Raja Israel yang ada, inilah janji Tuhan yang terbaik yang dilepaskan atas Daud dan keturunannya.
  1. Tuhan berinisiatif sebagai pembuat janji :
Engkau Daud yang Kuambil (diprakarsai oleh Tuhan)
Akulah Tuhan yang membuat besar namamu
Akulah yang menanamkan Israel disini dan yang mengkaruniakan keamanan kepadamu
Tuhanlah sumber segala kesuksesan kita. AMIN
  1. Nubuat-nubuat keluarga Daud
Bahwa anak kandungmulah yang akan mengkokohkan kerajaan Israel.
Daud disini TIDAK meminta kepada Tuhan, tetapi Tuhan Allah yang berjanji, ini sungguh luar biasa (ay. 12b)
Anakmulah yang akan dirikan rumah bagiKu (ay. 13-14)
Keluarga dan kerajaan akan kokoh selama-lamanya (ay. 16) begitu sempurna janjiNya.

Ucapan syukur Daud
  1. Selalu diawali dengan “merendahkan diri dihadapan Tuhan” (ay. 18-21)
  2. Selalu diiringi dengan Pengagungan dan Kebesaran Tuhan (ay. 22-24)
  3. Peneguhan Tuhan atas semua janji-janji atas umatNya Israel dan atas keluarga Daud (ay. 25-29)

“Awalilah selalu dari Hadirat Tuhan, biarlah anda dan saya selalu bermuara dari Roh Kudus untuk kebesaran dan kemuliaan Tuhan”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Thursday, August 27, 2020

Renungan Harian Seri 2 Samuel Pasal 6

2 Samuel
PASAL 6

Tabuat Allah dan Daud

Awal dari kepemimpinan Daud didalam Kerajaan Israel :
  1. Mengumpulkan 30.000 orang-orang pilihan atas orang-orang Israel
  2. Daud MAU mengangkut Tabut Allah masuk ke kota Daud

Dari sinilah kita mengetahui, Daud adalah Raja yang mengasihi Tuhan, yang mengutamakan Tuhan diatas yang lainnya. Di awal pemerintahan Daud, ia sudah memikirkan tabut Allah (yang disebut sebagai Tuhan semesta alam yang bertakhta diatas Kerubin). Daud menjadi figure yang baik atas umat Israel yaitu “Mengasihi Tuhan Allah dengan SEGENAP hatinya.

Tuhan tidak berkenan pelayanan yang TANPA persiapan.
Kuncinya ada di ayat 7. Keteledoran mengandung unsur meremehkan, merendahkan, menganggap enteng.
# Seberapa anda menghargai sebuah pelayanan yang Tuhan percayakan kepadamu? Pemain musik, singer, usher dll?
# Siapa yang anda layani?
Uza dan Ahyo mengantarkan kereta itu dihadapan Raja Daud, tetapi ia lupa bahwa Tuhan semesta alam bertakhta diatas Kerubin.
# Hukuman mati atas Uza ini mengingatkan kita tentang arti sebuah pelayanan, yaitu Anugerah Tuhan. Hargailah setiap kali anda melayani Raja segala raja.

SebabTuhan memberikan kepadamu BUKAN roh ketakutan, melainkan roh yang MEMBANGKITKAN kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Timotius 1 : 7).
Daud disini menjadi marah, takut kemudian bertindak menyimpang ke rumah Obed Edom (ay. 8-10), dan tabut Allah ditinggalkannya 3 bulan lamanya.
Hati-hati ketakutan bisa membawamu jadi menyimpang, melalauikan, melupakan, meninggalkan Tuhan.

Daud menyiapkan hati untuk membawa kembali Tabut Allah masuk kota Daud (ay. 12b, 15,17,19). Maka diberkatlah orang yang menghormati dan mengutamakan Tuhan, bahkan semua yang dilakukan Daud diterima Tuhan. Sedangkan siapa menghina sesamanya (Mikhal menghina Daud – ay. 16,20) berbuat dosa. Mikhal sampai akhir hidupnya TIDAK dikaruniai anak oleh Tuhan.

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Tuesday, August 25, 2020

Renungan Harian Seri 2 Samuel Pasal 5

2 Samuel
PASAL 5

Daud menjadi Raja atas Israel

Tentunya setelah melewati berbagai tantangan dan tragedy akhirnya, Daud pun menjadi Raja atas Israel.
Inilah tanda-tanda perekenanan Tuhan atas Daud menjadi Raja Israel :
  1. Datanglah SEGALA suku Israel kepada Daud di Hebron (10 suku lainnya) – ayat 1
  2. Memberikan pengakuan dan restu – ayat 2
  3. Mereka mengurapi Daud menjadi Raja atas Israel – ayat 3
Inilah cara-cara yang Tuhan kehendaki, yaitu adanya pengakuan dan rilis oleh tua-tua / gembala sidang / pemimpin rohanimu.

Jadi pelajaran yang kita dapat,
  1. Daud menjadikan Yerusalem (=KOTA DAUD) sebagai kubu pertahanannya.
Daud dalam mazmurnya sering kali menyebutkan Tuhan adalah KUBU pertahananku dan penyelamatku. Tempat aku berlindung, kota bentengku. Mazmur 18 : 3, Tuhan benar-benar menjadi tempat kita berlindung dan bernaung.
  1. Filistin menjadi musuh selama pemerintahan Saul, disini 2x Daud menang atas Filistin dengan cara perang Tuhan (ay. 20,23b,24).
Perang bersama Tuhan dan dengan melibatkan Tuhan itu benar-benar enjoy. Karean DIA lah panglima perangnya dan strateginya so FUN! Diluar akal sehat tetapi selalu menang (ay. 25) Sip!

“Dengan selalu melibatkan Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, maka banyak masalah yang tak teratasi menjadi selesai dengan mudah. Itulah pengalaman yang berbicara melebihi seribu teori.”

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica

Sunday, August 23, 2020

Renungan Harian Seri 2 Samuel Pasal 4

2 Samuel
PASAL 4

Tantangan Daud yang ketiga

Kali ini muncul rencana pembunuhan terhadap Isyboset.
Dibalik kehidupan Isyboset ada 2 gerombolan yang memback up yaitu Baana dan Rekhab dari orang-orang Benyamin.
Dalam situasi yang serba tidak jelas, maka butuh pemimpin yang handal untuk mengambil alih Kerajaan Israel. Maka muncul berbagai hambatan, kudeta, dsb.

  1. Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN (Amsal 11 : 20a).
Siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui (Amsal 10 : 9b).
Orang-orang Benyamin sudah dihapuskan dalam bani Israel (Hakim-Hakim 20:48) tetapi Isyboset bisa bersepakat dengan mereka.
Anak-anak Rimon hanya mengambil kesempatan untuk mennyenangkan hati Daud dengan memberikan kepala Isyboset (ia berbalik dan mengkhianati).
Siapa yang menyukai jalan yang berliku-liku, menjilat, agar memperoleh sesuatu, justru disini, dimata Tuhan merupakan kekejian bagiNya.
  1. Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat (Amsal 10 : 29).
Daud seorang yang tulus, tidak berbelit-belit, menyayangi anak Israel (keluarga Saul) tetapi orang fasik (anak-anak Rimon) tersedia kebinasaan – hukuman mati (ay. 9-12).

Dan inilah yang Tuhan rindukan,
Biarlan matamu memandang terus keDEPAN dan tatapan matamu tetap ke muka.
Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah TETAP segala jalanmu.
Janganlah menyimpang kekanan atau kekiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.
Amsal 4 : 26-28

Semangat! Tetaplah berpaut kepada Tuhan dengan segenap hatimu!

Renungan Alkitab per pasal Kejadian-Wahyu by. Irene Yossica